Oleh: geoteknik | Sabtu, 2 Juni 2007

Mekanika Tanah

Mekanika Tanah1

1artikel ini pernah dituliskan juga di Wikipedia Indonesia: Mekanika Tanah oleh 130.83.21.53 / 130.83.21.56 / cah_bodo / geoteknik.wordpress.com

Mekanika Tanah adalah bagian dari Geoteknik yang merupakan salah satu cabang dari ilmu Teknik Sipil, dalam Bahasa Inggris mekanika tanah berarti soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik dalam Bahasa Jerman.  

Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya “Erdbaumechanik auf bodenphysikalicher Grundlage” (Mekanika Tanah berdasar pada Sifat-Sifat Dasar Fisik Tanah), yang membahas prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern, dan menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini, sehingga Terzaghi disebut sebagai “Bapak Mekanika Tanah”. 

Definisi Tanah

Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari:

  1. Agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia satu sama lain.
  2. Zat Cair.
  3. Gas yang mengisi ruang-ruang kosong diantara butiran mineral-mineral padat tersebut.  

Tanah berguna sebagai pendukung pondasi bangunan dan juga tentunya sebagai bahan bangunan itu sendiri (contoh: batu bata). 

Percobaan
Ilmu ini mempelajari sifat-sifat tanah melalui serangkaian percobaan laboratorium dan percobaan di lapangan.
 

Percobaan di Lapangan      

  • Sondir
  • Bor
  • Uji Tekan Pelat
  • Uji Kekuatan Geser Tanah di lapangan, dengan menggunakan Uji Baling-Baling 
Percobaan di laboratorium
  • Distribusi Butiran Tanah, untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak (eng: Sieve Analysis, de: Siebanalyse), untuk tanah berbutir halus digunakan Uji Hidrometer (eng: Hydrometer, de: Aräometer / Sedimentationsanalyse).
  • Berat Jenis Tanah (eng: Specific Grafity, de: Wichte)
  • Kerapatan Tanah (eng: Bulk Density, de: Dichte) dengan menggunakan Piknometer.
  • Kadar Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah (eng: Water Content, Pore Ratio and Saturation Ratio; de: Wassergehalt, Hohlraumgehalt, Sättigungszahl)
  • Permeabilitas (eng: Permeability, de: Wasserdurchlässigkeit)
  • Plastisitas Tanah, dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk mencari:
            – Batas Cair dan Plastis,
            – Batas Plastis dan Semi Padat,
            – Batas Semi Padat dan Padat
              (eng: Liquid Limit, Plastic Limit, Shrinkage Limit;
              de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)
  • Konsolidasi (eng: Consolidation Test, de: Konsolidationversuch)
  • Uji Kekuatan Geser Tanah, di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk menentukan kekuatan geser tanah, yaitu:
            – Percobaan Geser Langsung (eng: Direct Shear Test, de: Direktscherversuch),
            – Uji Pembebanan Satu Arah (eng: Unconvined Test, de: Einaxialversuch) dan
            – Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)
  • Uji Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor 

Penggunaan Ilmu
Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan untuk:

  • Perencanaan pondasi
  • Perencanaan perkerasan lapisan dasar jalan (pavement design)
  • Perencanaan struktur di bawah tanah (terowongan, basement) dan dinding penahan tanah)
  • Perencanaan galian
  • Perencanaan bendungan 

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: