Oleh: geoteknik | Sabtu, 2 Juni 2007

Teknik Pondasi

Teknik Pondasi1
1 artikel ini pernah dituliskan juga di Wikipedia Indonesia: Teknik Pondasi oleh 130.83.21.53 / 130.83.21.56 /cah_bodo / geoteknik.wordpress.com

Pondasi adalah bagian bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan beban kedalam tanah.

Teknik Pondasi adalah suatu upaya teknis untuk mendapatkan jenis dan dimensi pondasi bangunan yang efisien, sehingga dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik. Merupakan bagian dari ilmu Geoteknik.

Jenis-Jenis Pondasi
Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis:

  1. Pondasi Dangkal (eng: Shallow Foundation, de: Flach- und Flächengründungen), di dalamnya terdiri dari:
          – Pondasi Setempat (eng: Single Footing, de: Einzelfundament)
          – Pondasi Menerus (eng: Continuous Footing, de: Streifenfundament)
          – Pondasi Pelat / Rakit (eng: Plate / Raft Foundation, de:Plattenfundament)
  2. Pondasi Dalam (eng: Deep Foundation, de: Tiefgründungen), contohnya: Pondasi Tiang Pancang (eng: Pile Foundation, de: Pfahlgründungen)
  3. Kombinasi Pondasi Pelat dan Tiang Pancang / Pondasi Rakit-Tiang (eng: Combination of Plate-Pile Foundation / Piled Raft Foundation / Raft-Pile Foundation, de: Kombinierte Platten-Pfahlgründungen-KPP)

Jenis pondasi yang digunakan dalam suatu perencanaan bangunan tergantung dari jenis tanah dan beban yang bekerja pada lokasi rencana proyek.

Beban yang Bekerja Pada Pondasi
Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan menjadi:

  • Beban Horizontal/Beban Geser, contohnya beban akibat gaya tekan tanah, transfer beban akibat gaya angin pada dinding.
  • Beban Vertikal/Beban Tekan dan Beban Tarik, contohnya:
          – Beban Mati, contoh berat sendiri bangunan
          – Beban Hidup, contoh beban penghuni, air hujan dan salju
          – Gaya Gempa
          – Gaya Angkat Air (eng: Lifting Force, de: Auftriebskraft)
  • Momen
  • Torsi

Kategori

%d blogger menyukai ini: