Oleh: geoteknik | Senin, 2 Juli 2007

Ludwig Prandtl

(sumber: terjemahan oleh geoteknik.wordpress.com dari artikel Wikipedia Jerman: Ludwig Prandtl versi Juli 2007)  

Lahir: 4 Februari 1875 di Freising, Jerman.

Meninggal: 15 Agustus 1953 di Göttingen, Jerman 

adalah Fisikawan Jerman. Dan merupakan pioneer pada bidang Aerondinamika. 

Ia memberikan kontribusi yang berarti tentang pengertian Mekanika Aliran (de: Strömungsmechanik) — yang tentunya sangat berarti pada bidang Geoteknik, terutama pada bidang Aliran Air Tanah — dan mengembangkan Teori Batas Lapisan (de: Grenzschichttheorie, eng: Boundary Layer). Nilai Prandtl (de: Prandtl-Zahl, eng: Prandtl Number) dinamai dengan namanya. 

Tahun 1894 ia memulai studinya di Technische Hochschule München. Setelah kelulusannya ia menjadi Asisten dan kemudian menantu dari ahli mekanika terkenal August Föppl.

Tahun 1900 ia meraih gelar Doktor. Kemudian ia bekerja sebagai insinyur pada Machinenfabrik Ausburg-Nürnberg pada bagian Pengembangan Mesin Pabrik. Pada bagian Sistem Exhaust (de: Absauganlage, eng: Exhaust System) untuk pertama kalinya lah ia berhubungan dengan Teknik Aliran.  

Ia menjadi Professor di Hannover dan juga semenjak 1 September 1904 di Göttingen. Atas dasar pengembangannya pada Teori Batas Lapisan dia diangkat menjadi pemimpin pada Lembaga Penelitian Aerodinamik Göttingen – Aerodynamischen Versuchanstalt Göttingen (AVA) .

Bersama dengan Max Munk dan Albert Betz, yang pada 1936 menjadi penerusnya di AVA, Prandtl meneliti dan merumuskan tentang Gaya Angkat (de: Auftrieb, eng: Lifting Force). Penelitiannya juga meliputi tentang Kompresibilitas Udara pada Kecepatan Subsonik Tinggi (de: hoher Unterschallgeschwindigkeit, eng: high subsonic speed) yang juga dikenal sebagai Prandtl-Glauert-Transformation. 

Tahun 1925-1946 Prandtl menjabat sebagai Direktur pada Kaiser Wilhem Kaiser Wilhem Institut für Strömungsforschung, sebuah institusi yang bergerak pada Penelitian Aliran. Hasil pekerjaannya yang sangat terkenal adalah Teori Batas Lapisan yang dikenalkannya pada tahun 1904. 

  •  Tahun 1907 ia menegaskan  bahwa Aliran Supersonik (de: Überschallströmung, eng: supersonic flow) diikuti oleh Gelombang Kejut (de: Stoßwellen, eng: shock wave), yang pada tahun 1860 telah diprediksi secara teoritis oleh Bernhard Reimann, seorang Ahli Matematika asal Göttingen.
  • Tahun 1908 ia membangun Terowongan Angin pertama di Jerman dan mengembangkan Teori Airfoil Wing (de: Tragflügeltheorie), yang berguna pada pembuatan pesawat terbang.
  •  Tahun 1909 ia menjadi pemimpin pada Aerodynamischen Versuchsanstalt Göttingen (AVA)
  •  Tahun 1910 ia meneliti tentang Aliran Turbulent dan menghasilkan Nilai Prandtl.
  • Tahun 1918-1919 ia membawa Teori Airfoil Wing yang telah dikembagkan olehnya sebelumnya, untuk pertamakalinya menjadi mungkin terjadi. 

Mulai tahun 1920 ia bekerja bersama dengan Adolf Busemann pada sebuah proyek Terowongan Angin untuk Aliran Supersonik.

  • Tahun 1929 ia mengembangkan sebuah metode untuk perhitungan Mulut Pipa Supersonik (de: Überschalldüsen, eng: supersonic nozzle) yang sampai sekarang masih digunakan pada Terowongan Angin Supersonik dan Mesin Roket.
  •  Tahun 1931 ia menelurkan bukunya Führer durch die Strömungslehre, yang berisikan tentang Standard Kerja tentang Aliran.

Kategori

%d blogger menyukai ini: